Asah Ilmu


✽ Asah Ilmu 

Kita mengaku mencintai Nabi shallallahu’alaihi wasallam. Maka selayaknya kita mengetahui Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam dan keluarga beliau radhiyyallahu ‘anhum.

Tuk saudari dan ummahat, yuks mengenal istri-istri Rasulullah radhiyyallahu ‘anhunna.

Soal:

☑ 01. Sebutkan nama dari istri Nabi dengan kekhususan/petunjuk berikut:

A. Pernah dicerai oleh Rasulullah dan kemudian beliau rujuk kembali atas perintah Allah melalui Jibril ‘alaihis salam….?

B. Sebelumnya bernama Barrah, istri Rasulullah yang pertama kali menyusul beliau meninggal dunia…?

C. Pernikahannya dengan Rasulullah, menjadikan seratus orang tawanan dari Bani al-Mushthaliq dibebaskan..?

D. Satu-satunya istri Nabi yang bukan berasal dari bangsa Arab…?

☑ 02. Sujud Sahwi merupakan perkara yang disyariatkan disaat kita luput saat shalat. Ada yang sebelum dan setelah salam.

Nah dari ketiga kasus berikut, manakah sujud sahwi yang dilakukan sebelum salam dan sesudah salam.

A. Fulanah shalat, namun beliau lupa raka’at shalat yang telah dilaksanakan. Kemudian beliau menambah jumlah raka’at shalat.

B. Fulan terlupa tasyahud awal dan teringat setelah berdiri.

C. Seseorang salam padahal shalatnya belum usai raka’atnya. Maka ia kembali menyempurnakan shalat.

☑ 03. Sehubungan saat ini malam Jum’at, sebutkan cukup 3 sunnah yang dianjurkan dilakukan di Malam dan Hari Jum’at…?

Jawaban langsung kirim balik kepada kami dalam format dibawah ini. Pakai dalil tambah bagus :)(y).

Cepat dan tepat. Yang terbaik akan kami umumkan.

Semoga cukup jelas
—————————————————-
Jawab:

01. (Diisi dengan Nama Istri Beliau radhiyyallahu ‘anha )
A. …..

B. …..

C. …..

D. …..

02. (Diisi dengan kalimat sebelum/sesudah salam)
A. …..

B. …..

C. …..

03. (Diisi dengan nama amalan yang disunnahkan)
A. …..

B. …..

C. …..
 Jawaban Kuis Asah Ilmu @>–

Alhamdulillah ratusan jawaban telah masuk, baik secara rinci maupun singkat. Walau BBM sempat pending cukup lama, namun doa kami,

“Semoga Allah senantiasa menambahkan semangat menuntut Ilmu kepada Ukhti dan Ummahat sekalian..”

Berikut jawaban singkat:

01.
A. Hafshah binti Umar radhiyyallahu ‘anhuma.
B. Zainab binti Jahsy radhiyyallahu ‘anha.
C. Juwairiyyah binti al-Harits radhiyyallahu ‘anha.
D. Shafiyyah binti Huya’i radhiyyallahu ‘anha.

02.
A. Sebelum salam
B. Sebelum salam
C. Setelah salam

03.
A. Membaca surat Al-Kahfi
B. Memperbanyak bershalawat atas Nabi shallallahu’alaihi wasallam.
C. Memperbanyak Berdoa terutama di penghujung siang.
D. Mandi Sebelum Shalat Jum’at dan bersegera ke Masjid (bagi pria) tuk Melaksanakan Shalat Jum’at.
E. Dan beragam sunnah lainnya.

*Adapun mengenai sunnah hubungan suami istri di Malam Jum’at, tiada dalil shahih dan tegas yang mendasarinya.

Nantikan pembahasan rinci tuk setiap jawaban diatas. Dikarenakan keterbatasan karakter postingan 

Semoga Allah memudahkan….

@SahabatIlmu

01.
A. Hafshah binti Umar radiyyallahu anhuma.

Dari Umar radiyyallahu anhu, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah mencerai Hafshah kemudian merujuknya”
(HR. Bukhari)

“Malaikat Jibril ‘alaihissalam berkata kepadaku, “Rujuklah kepada Hafshah, sesungguhnya ia adalah seorang wanita yang banyak berpuasa, melakukan shalat malam, dan ia adalah istrimu di Surga”
(Hasan, HR al-Hakim, Shahihul Jami: 4351)

B. Zainab binti Jahsy radhiyyallahu anha.

“Dahulu namaku adalah Barrah, kemudian Rasulullah mengganti namaku dengan Zainab” (Adabul Mufrad: 121)

Pembahasan mengenai istri Nabi yang pertama kali menyusul beliau meninggal, ada di Fathul Bari: 3/288. Sebab terdapat riwayat yang menyatakan adalah Saudah radhiyyallahu anha. Yang rajih adalah Zainab binti Jahsy radhiyyallahu anha.

C. Juwairiyah binti Al-Harits radhiyyallahu anha.

Juwairiyah pun awalnya bernama Barrah (dalam bacaan lain Burrah). Kemudian Rasulullah mengganti namanya. (HR Muslim: 2140)

Adapun tentang pembebasan tawanan Bani al-Mushthaliq, Aisyah radhiyyallahu ‘anha menuturkan, “Dengan menikahi Juwairiyah, Beliau telah membebaskan 100 tawanan Bani al-Mushthaliq. Aku tidak pernah melihat wanita yang lebih membawa berkah bagi kaumnya selain daripada dia”
(Hasan, HR Ahmad, Abu Daud, Shahih Abu Daud: 431 al-Albani)

D. Shafiyyah binti Huya’i radhiyyallahu anha.

Tatkala Rasulullah masuk ke rumah Shafiyyah, beliau mendapatinya sedang menangis.

Maka beliau bertanya,”mengapa engkau menangis?”
Shafiyyah menjawab, “Hafshah mengatakan bahwa aku adalah putri orang Yahudi”

Kemudian Beliau berkata kepadanya, “Sesungguhnya engkau adalah anak seorang Nabi, pamanmu adalah keturunan Nabi, dan engkau berada dibawah naungan seorang Nabi. Lantas apa alasan Hafshah membangga-banggakan diri atas dirimu?”

Kemudian Beliau berkata kepada Hafshah, “Bertakwalah kepada Allah, wahai Hafshah”

(Shahih Sunan Tirmidzi: 601, al-Albani)

Yuks kita mempelajari sirah ummahatul mukminin tuk kemudian mencontohnya…
-SI-

Jawaban Kuis Asah Ilmu tentang Sujud Sahwi

A. Fulanah shalat, namun beliau lupa raka’at shalat yang telah dilaksanakan. Kemudian beliau menambah jumlah raka’at shalat.

Artinya, Lupa/ragu-ragu jumlah rakaat:

Maka sujud sahwinya SEBELUM salam.

Dasarnya hadits Abu Sa’id Al Khudri, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
A. Lupa jumlah rakaat : maka sujud sahwinya SEBELUM salam.
Dalilnya :
Hadits Abu Sa’id Al Khudri, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا شَكَّ أَحَدُكُمْ فِى صَلاَتِهِ فَلَمْ يَدْرِ كَمْ صَلَّى ثَلاَثًا أَمْ أَرْبَعًا فَلْيَطْرَحِ الشَّكَّ وَلْيَبْنِ عَلَى مَا اسْتَيْقَنَ ثُمَّ يَسْجُدُ سَجْدَتَيْنِ قَبْلَ أَنْ يُسَلِّمَ فَإِنْ كَانَ صَلَّى خَمْسًا شَفَعْنَ لَهُ صَلاَتَهُ وَإِنْ كَانَ صَلَّى إِتْمَامًا لأَرْبَعٍ كَانَتَا تَرْغِيمًا لِلشَّيْطَانِ

“Apabila salah seorang dari kalian ragu dalam shalatnya, dan tidak mengetahui berapa rakaat dia shalat, tiga ataukah empat rakaat maka buanglah keraguan, dan ambilah yang yakin. Kemudian sujudlah dua kali sebelum salam.

Jika ternyata dia shalat lima rakaat, maka sujudnya telah menggenapkan shalatnya. Lalu jika ternyata shalatnya memang empat rakaat, maka sujudnya itu adalah sebagai penghinaan bagi setan.” (HR. Muslim no. 571)

-afwan bila soal 2A ini agak bias🙂 –

B. Fulan terlupa tasyahud awal dan teringat setelah berdiri.

Artinya, Lupa tasyahud awal:
Maka sujud sahwinya SEBELUM salam

Dari ‘Abdullah bin Buhainah,
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah melaksanakan shalat Zhuhur namun tidak melakukan duduk (tasyahud awal). Setelah beliau menyempurnakan shalatnya, beliau sujud dua kali, dan beliau bertakbir pada setiap akan sujud dalam posisi duduk sebelum. Beliau lakukan seperti ini sebelum salam. Maka orang-orang mengikuti sujud bersama beliau sebagai ganti yang terlupa dari duduk (tasyahud awal).” (HR. Bukhari no. 1224 dan Muslim no. 570)

…bersambung….

C. Seseorang salam padahal shalatnya belum usai raka’atnya. Maka ia kembali menyempurnakan shalat.

Artinya, Sudah salam namun rakaatnya belum usai:
Maka Sujud Sahwinya SETELAH SALAM.

Dalilnya :
*Hadits Abu Hurairah, ia berkata,
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengimami kami shalat pada salah satu dari dua shalat petang, mungkin shalat Zhuhur atau Ashar. Namun pada raka’at kedua, beliau sudah mengucapkan salam. Kemudian beliau pergi ke sebatang pohon kurma di arah kiblat masjid, lalu beliau bersandar ke pohon tersebut dalam keadaan marah. Di antara jamaah terdapat Abu Bakar dan Umar, namun keduanya takut berbicara. Orang-orang yang suka cepat-cepat telah keluar sambil berujar, “Shalat telah diqoshor (dipendekkan).” Sekonyong-konyong Dzul Yadain berdiri seraya berkata, “Wahai Rasulullah, apakah shalat dipendekkan ataukah anda lupa?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menengok ke kanan dan ke kiri, lalu bersabda, “Betulkan apa yang dikatakan oleh Dzul Yadain tadi?” Jawab mereka, “Betul, wahai Rasulullah. Engkau shalat hanya dua rakaat.” Lalu beliau shalat dua rakaat lagi, lalu memberi salam. Sesudah itu beliau bertakbir, lalu bersujud. Kemudian bertakbir lagi, lalu beliau bangkit. Kemudian bertakbir kembali, lalu beliau sujud kedua kalinya. Sesudah itu bertakbir, lalu beliau bangkit.” (HR. Bukhari no. 1229 dan Muslim no. 573)

Dan Hadits ‘Imran bin Hushain, tentang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah shalat ‘Ashar lalu beliau salam pada raka’at ketiga. Diakhir hadits beliau melakukan sujud sahwi setelah salam (HR. Muslim no. 574)

# Intinya, jika shalatnya perlu ditambal karena ada kekurangan, maka hendaklah sujud sahwi dilakukan sebelum salam

# Sedangkan jika shalatnya sudah pas atau berlebih, maka hendaklah sujud sahwi dilakukan sesudah salam dengan tujuan untuk menghinakan setan

Adapun tuk pertanyaan soal sunnah di malam dan hari jum’at, mayoritas benar Alhamdulillah.

*bagi yang merasa jawabannya benar semua, hubungi kami🙂

@SahabatIlmu

ummu dzakwan , in my sweet home ..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s